Selasa, 15 Juli 2008

The Success Way

Menurut Zig Ziglar, seorang pembicara motivasional dunia dan penulis buku best seller “See You At The Top” bahwa SUKSES adalah mendapatkan banyak hal yang bisa dibeli dengan uang dan mendapatkan segala hal yang tidak bisa dibeli dengan uang”. Dalam buku terkenal “Unlimited Power” karya Anthony Robbins menulis bahwa “SUKSES adalah proses perjuangan untuk menjadi lebih, terus menerus tumbuh secara spiritual, emosional, sosial, bersemangat, psikologis, intelegen dan makmur, sambil berperan serta terhadap yang lainnya secara positif. Jalan menuju keberhasilan selalu dalam pembangunan, ia tiada berujung”. Sedangkan dalam perspektif Islam, sesorang disebut SUKSES “apabila yang diraihnya pada hari ini, lebih baik dari apa yang diraihnya pada hari kemarin” .

Dari apa yang disampaikan tadi, saya berkesimpulan bahwa “SUKSES” adalah kita mendapatkan keinginan yang terbaik dalam hidup ini, baik materi maupun non materi, yang mampu membuat hati kita senang, merasa tentram, dan puas. Oleh karena itu, untuk membentuk jalan menuju kesuksesan, ada beberapa hal yang harus kita tempuh, yakni penetapan misi, mengenal diri dan potensi, result oriented & practise management.

A. Penetapan Misi

Apabila kita perhatikan dan pelajari, maka akan banyak kita lihat bahwa setiap pergerakan besar bangsa-bangsa dalam sejarah dunia, atau dibelakang kemajuan perusahaan-perusahaan raksasa dunia pastilah mereka telah menetapkan mission statemen-nya. Angkatan laut Inggris dengan British Rules The Waves (Inggrislah yang mengatur Gelombang Samudra) misalnya,telah tertanam dalam setiap jajaran Angkatan Laut Kerajaan Inggris, menjadi semangat untuk menguasai dan berjaya di wilayah lautan, bahkan sisa dari kebesarannya, sekarang bahasa Inggris telah menjadi bahasa dunia, hitungan jam 00.00 GMT dimulai dari bekas pangkalan armada laut Inggris di Greenwich.
President Direktur Coca Cola, Robert Woodruff, di Amerika Serikat pada tahun 1923-1935 memiliki misi “Kapan saja, dimana saja, minum Coca Cola”. Artinya, tidak peduli kapan kita meminumnya, dimanapun kitaberada (Amerika, Indonesia, Afrika, India) selalu minum Coca Cola. Demikian juga dengan Indonesia, slogan “Merdeka atau Mati” telah menjadikan kita menjadi negara yang merdeka, komitmen dan semangat slogan tersebut memberikan kekuatan kepada para pejuang-pejuang (pahlawan) untuk mengusir penjajah dari bumi Indonesia pada waktu itu.

Demikian juga dengan kita, jika misi hidup sudah tertanam dalam relung hati dan terpendam jauh dalam diri, maka kita akan menjadi orang-orang yang gigih dalam mengapresiasikan usaha-usaha menuju realisasi misi hidup tersebut. Orang-orang besar, sebut saja Jenderal Soedirman, adalah orang yang memiliki misi hidup yang tegar dan tertanam kuat, ia berkeyakinan, dalam perjuangan melawan penjajah harus dilakukan dengan perjuangan gerilya sampai titik darah penghabisan. Dengan kekuatan dan keyakinan tersebut, maka akhirnya ia menjadi orang yang sukses dalam berjuang mengusir penjajah. Misi hidup akan menjadi pondasi dasar dari arah perjuangan dan cita-cita yang akan kita raih. Hidup akan menjadi terarah.

Tinggal kita memilih sekarang, misi hidup yang mana yang akan kita pakai? Apakah yang dibentuk berdasarkan logika saja atau kah yang juga mengikutsertakan suara hati nurani yang fitrah? Kalau ini jawabannya maka, misi hidup untuk kita menjadi manusia terbaik di mata manusia dan Tuham YME adalah yang harus kita miliki.Kita harus menjadi orang yang memiliki kebaikan bagi orang lain, bermanfaat, dan di mata agama, kita adalah orang yang pandai mendekatkan diri pada sang Maha. Inilah misi mulia yang harus kita miliki, sehingga nanti kita mampu menjadi orang yang sukses paripurna.

B. Mengenal Diri dan Potensi

Siapakah aku? Setiap orang harus dapat mengenal dirinya, sebab hal tersebut akan menjadi langkah awal bahkan landasan berpijak dalam upaya untuk melakukan pembangunan diri dan kehidupan. Ketika kita menyadari bahwa kita adalah mahluk (yang diciptakan), maka berarti kita harus yakin dan benar sadar bahwa ada Tuhan. Berarti sbagai mahluk tentu kita memiliki kelemahan selain potensi yang diberikan. Ketika kita menyadari bahwa setiap manusia memiliki potensi diri sebagai anugerah dari Tuhan, berarti ada tuntutan agar potensi-potensi tersebut digunakan, didayagunakan, agar tidak menjadi sia-sia begitu saja. Maka untuk menggapai sukses, perlu dimulai juga dari mengenal diri dan potensi kita.

Mengenal diri tidak hanya mampu menjadikan seseorang sukses, akan tetapi lebih dari itu, menjadikan manusia mampu memiliki hal-hal yang luar biasa. Orang-orang yang terkenal sepanjang zaman, adalah mereka yang sangat mengenal akan dirinya, sehingga mampu menggali potensi diri secara maksimal, yang pada akhirnya menjadi orang-orang yang tercatat dalam sejarah menjadi orang yang luar biasa. Sifat mengenal diri juga akan melahirkan self confidence, yang akan menjadikan seseorang bisa berbuat banyak dan maksimal. Mengenal diri juga akan menjadikan seseorang mampu dengan mudah mengevaluasi kegagalan-kegagalan, dan menjadikan evaluasi tersebut sebagai masukan dan motivasi dalam melangkah ke depan.

Pemahaman yang komprehensif tentang manusia yaitu diri kita sendiri, diharapkan akan mendorong lahirnya kesadaran bagi setiap orang, untuk mampu lebih mengela, mengkaji, dan mengembangkan segala potensi diri, dalam rangka berbuat yang terbaik, melahirkan karya-karya, mengukir prestasi-prestasi, yang pada akhirnya akan menjadikan kita orang yang sukses.

C. Result Oriented & Practise Management

Result Oriented (berorientasi kepada hasil/tujuan), merupakan cermin seseorang yang produktif. Orang produktif akan senantiasa mampu mengasilkan sesuatu yang telah menjadi tujuannya. Ia akan fokus mengejar sesuatu yang menjadi cita-cita atau ambisinya, tentunya ambisi yang positif. Ia tidak akan melakukan hal-hal tidak berguna (mubazir) dalam hidupnya, karena telah tertanam dalam dirinya untuk mengejar terus target (goals).

Pribadi yang result oriented, dimanapun berada akan mampu menjadi yang terbaik. Kalaupun tidak, minimal ia akan menjadi orang-orang yang mampu memegang amanah dengan baik, tidak menjadi pribadi yang menghambat pencapaian apalagi menjadi pengkhianat. Dalam setiap gerak langkahnya, ia senantiasa berupaya melakukan yang terbaik bagi pekerjaannya, tugasnya, maupun orang-orang yang memberi amanah kepadanya. Target yang ditetapkan dan telah disepakati, akan dijadikan sebagai pegangan dalam memberikan dan mempersembahkan yang terbaik untuk apa yang diyakininya.

Sebagai bentuk sikap serius dalam melangkah, orang yang memiliki pribadi result oriented akan senantiasa menerapkan seni merencanakan, mengatur, mengorganize dan mengontrol dalam melakukan segala sesuatu yang bertujuan mencapai target-target. Baginya, kesuksesannya adalah manakala ia mampu memberikan yang terbaik atas target-target yang telah ia bebankan kepadanya. Manajemen sebagai seni, telah menjadikan segala sesuatu yang dilakukan tetap berada pada koridor keteraturan dan kedinamisan. Pekerjaan yang dihasilnyapun memiliki kualitas yang berbeda, maksimalitas dalam proses menjadikannya sempurna kalaupun tidak bisa dikatakan mendekati sempurna.(k@d@r)

Tidak ada komentar: